Untuk hari-hari

Untuk janji-janji yang aku ucapkan ketika senang di tahun itu, maaf kita tunda dulu. Ternyata di tahun yang kita sebutkan, aku lebih suka menyendiri dan menikmati semuanya sendirian. Aku merasa sangat cukup dengan diriku sendiri. Bahagiaku hanya memerlukan kehadiranku yang penuh. 

Untuk tahun-tahun yang ku lewati dengan janji yang kubuat untuk menyelamatkan diriku sendiri.
Jangan mati dulu, besok kita makan ayam geprek di depan kos ya.
Jangan pergi dulu, besok series kesukaan kamu tayang.
Jangan mati dulu, besok harus nyuci baju yang udah numpuk.
Jangan pergi dulu, besok harus ke kampus. 

Untuk tahun-tahun yang aku habiskan dengan menyiksa diri sendiri. Penuh dengan trauma yang membusuk memakan tubuh. Penuh dengan kebencian dari orang lain. Penuh dengan rasa iba dan kasihan dari orang lain. Penuh dengan rasa kurang dari diri sendiri. Aku penuh dengan perasaan yang kusebut memakan diriku perlahan. Aku tidak suka perasaan itu. Aku tidak mengiris dagingku sendiri, aku melakukannya dengan menggunakan orang lain. 

Untuk tahun-tahun yang aku habiskan dengan tidur 12 jam dan berharap tidak akan bangun besoknya. Atau suatu hari aku memutuskan untuk berkendara sendiri dan berharap akan terjadi sesuatu yang menghilangkanku dalam sekejap. Atau suatu hari aku meminum beberapa obat dan berharap aku tidur selamanya. Apa sebenarnya sekarang aku sudah mati? 

Untuk tahun-tahun yang aku habiskan dengan menulis surat untuk diriku di masa depan. Tulisan-tulisan naif yang bersuara sederhana. Hanya menginginkan bahagia bersama orang-orang di tahun itu. Bertanya apakah masih bersama, masih bertemu, dan masih berbicara. Aku yang tidak ada pikiran akan menjadi aku sekarang. Aku yang berharap akan kebahagiaan. Aku yang bahagia, dulu. 

Untuk tahun-tahun yang aku habiskan tanpa menangis dan tertawa. Tahun yang berat dari sekian banyak tahun yang aku lalui. Begitu banyak masalah menerpa. Tapi, aku tidak lagi menangis. Aku hanya diam dan membiarkan semua masalah itu menghabisiku secara perlahan. Mengerogoti tubuhku dan membuangnya di suatu tempat yang entah dimana. 

Untuk tahun-tahun yang aku habiskan dengan hidup diatas rasa kasihan dari orang lain. 
Untuk tahun-tahun yang aku habiskan dengan cemooh orang lain.
Untuk tahun-tahun yang aku lalui.
Untuk tahun-tahun yang aku. lalui. 
Aku sudah melaluinya. 
Sekarang, hanya akan ada bahagia, kan? 
Tapi tolong, keluarkan aku dari sini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Day 1: Describe your personality

Saat semua serba salah

Stay calm, everyone!