Day 1: Describe your personality

 

30 Days Writing Challenge <3

“Describe your personality”

This is my first post in this blog after a long time haha. Mungkin tulisan-tulisan selanjutnya bakalan kaya “a letter to myself” anzay :D iseng-iseng scroll tikto* terus nemu challenge seperti ini, yaa itung-itung ngisi blog dan juga ajang untuk bercerita kepada diri sendiri aja. Sebenernya sih takut juga share di blog karena kemungkinan akan dibaca orang lain, tapi yuk bisa yuk gausah mikirin isi kepala orang lain.

Tulisan pertama sesuai judul yaitu mendeskripsikan personality diri sendiri. Udah mulai bingung nih mau nulis apa. Oke. Menurut test di internet, personality atau MBTI aku yaitu Introvert, Sensing, Thinking, and Judging (ISTJ). Katanya, tipe ISTJ ini karakteristik yang menentukan berupa integritas, logika dan dedikasi tak kenal lelah terhadap tugas atau ahli logistik lah istilahnya. Fakta lainnya si ISTJ ini tidak banyak membuat asumsi namun lebih suka menganalisis sekeliling, memeriksa fakta dan mengambil urutan tindakan yang praktis. Keren juga ya ternyata ISTJ haha. Kalo cara berkomunikasi, aku cenderung lebih suka lewat tulisan tapi kalopun secara langsung juga bisa tapi untuk orang terdekat aja sih kaya keluarga, sahabat dan circle terkecil gitu tapi rata-rata orang juga begitu ya :D jadi ini sifat basic sih. Terus aku juga lebih suka merencanakan sesuatu contohnya mau pergi jalan-jalan, nah di otakku langsung ada rundown aja gitu, jam segini dimana jam segini ngapain lengkap kalo ga berjalan sesuai dengan rencana awal sebenernya aku agak badmood. Dalam hal belajarpun juga kaya gitu, harus ada target misalnya tanggal segini progres tugasnya udah sampe A, selanjutnya seperti itu dan zuzurrr itu agak beban dengan punya sifat terencana seperti ini. Kadang-kadang suka ada faktor x yang bikin rencana itu tertunda atau ga jadi atau aku lebih pressure karena adanya tanggal-tanggal yang aku tetapkan sesuai rencana. Kaya sekarang, aku nentuin tanggal dan bulan untuk sidang padahal untuk urusan kaya gitu ada kemungkinan misal jadwalnya diundur atau kelamaan revisi atau menyesuaikan dengan jadwal dosen bersangkutan. Padahal aku bukan tombol tapi selalu tertekan dengan rencana sendiri. Tapi untuk hidup keseluruhan, lebih ke yang let it flow ngikutin arus. Paham ga? Paham kan ya? Karena kemungkinan yang baca ini cuman aku sendiri jadi sepertinya paham deh wkwk.

Salah satu kekurangannya yaitu kaku, karena sebagai perencana aku harus mengikuti rencana-rencana yang sudah aku buat dan aku berpikiran bahwa orang lain ngelakuin hal yang sama kaya yg aku lakuin. Padahal, ga semua orang memiliki pola pikir yang sama denganku. Sebagai perencana yang udah punya rencana rinci dikepalanya, aku cenderung sulit untuk menerima pendapat orang lain karena kadang ga sesuai dengan rencana dan juga fakta-fakta yang aku tahu. Kadang juga susah nerima kenyataan bahwa aku juga salah dan aku juga manusia yang kuasanya terbatas dan berakhir dengan kesel dengan diri sendiri yang gabisa fleksibel dan nerima semua hal. Bisa dibayangkan susahnya bergaul dengan diriku ini wkwk. Untuk temen sebenernya punya banyak, mungkin gara-gara sifat ini bikin yang lain gabisa tahan lama untuk temenan jadinya cuman tersisa dikit yang bener-bener ngerti. Huhuu tq uri bestie <3

Sepertinya, sekian dulu menulis hari ini. Semoga aku yang kelak membaca ini bisa lebih baik dari yang tertulis disini, bisa lebih fleksibel, menghargai orang dan juga tidak takut untuk mencoba hal baru yang diluar rencananya sendiri. I hope ure happy like u today, etha <3

Ttd: etha, 20 tahun (masih sibuk nulis TA bab 4)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Saat semua serba salah

Stay calm, everyone!